Nasehat

Nasehat Minggu ini

Persiapkan dirimu dengan takwa, sebab kamu tidak tahu apabila malam datang kamu masih bisa hidup atau tidak

Apa ada jaminan kamu besok masih hidup? Adakah jaminan itu?

Berapa banya orang sehat mati tidak pakai sakit lagi..

Sebabnya? Kadang ringan.. jatuh dikamar mandi mati, kesandung dijalan mati.. dll.

Sebabnya boleh jadi macam-macam tapi mati hanya satu juga.. yaitu mati..

Dia seperti kelapa.. yang terlalu tua jatuh kebawah, yang baru kembang pun jatuh kebawah, yang muda pun jatuh kebawah..

Itulah mati.. Dia datang menjemput yang bayi, dia datang juga kepada yang anak-anak, dia datang kepada yang muda dan yang tua..

Mati adalah sesuatu yang pasti yang kita tidak di beri tahu kapan-nya.. maka dari itu persiapkan dirimu seakan besok sudah tiada..

Nasehat Minggu lalu

Allah SWT pasti tahu jeritan dan doa seekor ulat kecil tak berdaya yang hidup di dalam batu di dasar laut di malam gelap gulita. Allah maha melihat setiap tingkah laku dan apa yang ada di hati makhluknya

Anda harus selalu ingat bahwa, Perbuatan baik sekecil apapun akan mendapat balasannya, demikian juga maksiat ( perbuatan buruk) sekecil apapun pasti akan mendapat balasannya baik di dunia apalagi di akhirat.

Janganlah berbuat aniaya ( mendholimi) tetanggamu, sebab hal ini akan menghapus keberkahan hidupmu.

Orang yang mencintai dunia akan mengancam akhiratnya. Dan orang yang mencintai akhirat akan mengancam dunianya.Karena itu, utamakan yang kekal daripada yang fana.

Kematian pasti datang dengan membawa kebahagiaan atau kesengsaraan, tergantung kesiapan Anda. Karena itu, persiapkan bekal duniawi yang dapat menyelamatkan Anda esok di akhirat. Hamba bertaqwa selalu menasihati diri, mendahulukan taubat, dan mengalahkan dorongan syahwat.

Dunia berjalan mundur dan akhirat berjalan maju. Keduanya mempunyai anak buah. Maka jadilah anak buah akhirat dan janganlah jadi anak buah dunia. Karena hari ini (dunia) ada amal tapi tidak ada hisab, sedang hari esok ( di akhirat) ada hisab tapi tidak ada amal.

Untuk apa dunia bagiku! Tiada lain aku di dunia kecuali seperti penunggang kendaraan yang berteduh di bawah pohon, lalu dia berlalu dan meninggalkannya. Oleh karena itu janganlah kalian tertipu oleh manisnya dunia.